Tag Archive Nelayan

ByComenat

4 Kota Indonesia Penghasil Ikan Terbesar

Indonesia yang dikenal sebagai negara maritim sudah barang tentu tidak perlu diragukan lagi keberadaan sumber daya alamnya. Ada beragam jenis biota laut yang hidup dan tinggal di seluruh perairan Indonesia dan beberapa diantaranya memiliki nilai jual ekonomis yang tinggi.

4 Kota Indonesia Penghasil Ikan Terbesar

Kabupaten Tegal, Jawa Tengah

Kabupaten yang berada di bagian utara dari Jawa Tengah atau berdekatan dengan Laut Jawa ini terkenal akan potensi ikannya. Tidak tanggung – tanggung setiap tahunnya ikan yang berhasil ditangkap oleh para nelayan bisa alexis jakarta mencapai sekitar 1.400 ton. Seiring berjalannya waktu, produksi ikan yang ditangkap mengalami penurunan, hal ini disebabkan karena semakin berkurang jumlah nelayan yang melaut untuk mencari ikan. Namun hal tersebut tetap menjadikan Tegal sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Indonesia.

Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah

Di bagian selatan Pulau Jawa, daerah penghasil ikan terbesar berada di Kabupaten Cilacap. Hasil ikan yang berhasil ditangkap oleh para nelayan bisa mencapai 90 ton setiap harinya. Ikan yang biasanya ditangkap sebagian besar berupa ikan cakalang dan cumi – cumi. Ikan yang diproduksi bukan hanya berasal dari laut saja, ada beberapa yang berasal dari perairan darat atau air tawar yakni tambak. Namun hal tersebut tidak berlangsung lama, dan saat musim angin barat sudah lewat para nelayan bisa kembali melaut seperti sebelumnya.

Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur

Kondisi di perairan Muncar yang berada di ujung timur Pulau Jawa cukup strategis karena tempat pertemuan antara arus Laut Jawa yang berada di utara dengan Samudra Hindia dari arah selatan. Pertemuan kedua arus laut ini memberikan keuntungan bagi nelayan setempat karena daerah ini tidak dipengaruhi oleh gelombang laut yang tinggi. Para nelayan akan berhenti melaut ketika bulan purnama selama 7 hingga 10 hari saja. Di sini terdapat tempat pelelangan ikan terbesar di Indonesia, tidak heran jika ikan yang ditangkap bisa mencapai lebih dari 20 ribu ton.

Kepulauan Riau

Pada tahun 2018, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kelas 1 Pekanbaru mencatat bahwa terjadi peningkatan ekspor pada komoditas perairan hingga mencapai Rp375 milyar. Ikan yang diekspor sebagian besar ke Malaysia, Taiwan, Thailand, China dan Vietnam. Ada dua jenis komoditas yang diekspor yakni ikan arwana dan ikan konsumsi.

ByComenat

KKP Atur Jalur Tangkap Nelayan Sesuai Ukuran Kapal

KKP Atur Jalur Tangkap Nelayan – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru saja mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan Perikanan (Permen) Nomor 18 tahun 2021. Peraturan ini mengatur  soal alat penangkapan ikan, jalur penangkapan dan beberapa peraturan lainnya.

KKP Atur Jalur Tangkap Nelayan Sesuai Ukuran Kapal

 

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap,  Muhammad Zaini mengatakan bahwa Permen No.18 diciptakan untuk menyeimbangkan antara pemanfaatan sumber daya ikan secara optimal dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

 

“Prinsip pengelolaannya ada 2, yang pertama menjamin kesetaraan akses antara nelayan kecil dengan yang lebih besar, dengan cara mengatur jalur dan pembatasan kapasitas penangkapan. Kedua adalah perlindungan terhadap keberagaman hayati, melalui selektivitas alat penangkapan ikan serta pengembangan eco-friendly fishing gear,” ujar Zaini.

 

Zaini melanjutkan bahwa KKP telah menetapkan jalur penangkapan berdasarkan situs judi slot online ukuran kapal dan alat tangkap.  KKP membagi jalur tersebut menjadi 3 yaitu jalur satu, jalur dua, dan jalur tiga.

 

“Definisi undang-undang itu adalah nelayan kecil. Di PP sudah kita sebutkan bahwa firewaterallen nelayan kecil adalah nelayan yang menggunakan kapal sampai 5 GT. Jadi kita lindungi dengan cara jalurnya dia tidak boleh diobok-obok oleh kapa yang lebih besar,” tutur Zaini.

 

Untuk para nelayan yang menggunakan kapal 5GT , mereka boleh melaut di jalur 1. Jalur penangkapan ikan 1 dibagi menjadi 2, yakni jalur 1A meliputi perairan sampai 2 mil diukur dari garis pantai ke arah luar laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan yang memiliki judi bola resmi dan terpercaya. Sedangkan jalur 1B meliputi perairan di luar jalur penangkapan 1A sampai dengan 4 mil laut.

 

“Jalur 1 diizinkan untuk kapal berukuran 0 sampai 5 GT. Tetapi kapal 0 sampai 5 GT ini kalau mau ke jalur 2 boleh, ke jalur 3 juga boleh. Tentu ini ada persyaratan-persyaratannya supaya menjaga keamanan dari nelayan kita,” tutur Zaini.

 

Dan untuk jalur 2 adalah jalur tangkap yang meliputi perairan jalur tangkap 1 sampai dengan 12 mil laut. Jalur ini dikhususkan untuk kapal berukuran 5 sampai 30 GT. Selain itu kapal kapal ini juga diperbolehkan untuk naik ke jalur 3 lewat bentuk perlindungan.

“Ini juga masih dilindungi juga, dia ditempatkan di jalur 2 tapi tidak boleh dia turun ke jalur 1 karena yang lebih kecil harus mendapatkan perlindungan ekstra, jadi jalur 1 tidak boleh dimasuki kapal di atas 5 GT,” ungkap Zaini.

Sedangkan jalur yang terakhir , jalur 3 yaitu jalur penangkapan ikan yang meliputi perairan di luar jalur penangkapan 1 dan 2. Jalur ini dikhususkan untuk kapal di atas 30 GT.

“Dia tidak boleh turun ke bawah 12 mil ya jenis kapal apapun tidak boleh. Jadi harus ada di atas 12 mil, kalau turun dia melanggar. Nah, sehingga inilah bentuk perlindungan kami terhadap nelayan nelayan kecil,” ucapnya.