Menteri Kelautan Ungkapkan Keuntungan Dari Pembudidayaan Hasil Laut

ByComenat

Menteri Kelautan Ungkapkan Keuntungan Dari Pembudidayaan Hasil Laut

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) di Indonesia saat ini, adalah Edhy Prabowo juga memberikan bocoran tentang besarnya keuntungan hanya dari budidaya hasil laut, termasuk budidaya udang hanya dengan mengoptimalisasi tambak udang tentunya.

Edhy Prabowo juga membandingkan penghasilan para pembudidaya hasil laut dengan penghasilan pegawai negeri sipil. Menurut Edhy, 2.000 hektar tambak udang yang dapatmenghasilkan panen sebanyak 12 sampai dengan 15 Ton. Dalam beberapa kali terjun ke lapangan kerja, Edhy pernah melihat panen sebanyak 10,8 Ton udang dengan hanya melakukan mengoptimalkan tambak yang sudah tersedia tentunya.

“Saya juga melakukan hitungan sekitar 2.000 meter setengahnya saja (tambak udang), jangankan (panen) 5 Ton, 3 ton saja apabila kita dalam optimalisasi tambak sudah sangat bagus,” kata Edhy dalam suatu acara kegiatan kerja sama yang terdiri dari BRSDM dengan BLU-LPMUKP berlangsung secara virtual.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sebutkan Keuntungan Dari Hasil Pembudidayaan Hasil Laut

Menteri Kelautan Ungkapkan Keuntungan Hasil Laut

Apabila faktor yang terdapat pada panen mencapai 10 ton per tahun kata Edhy, petambak akan mendapatkan penghasilan sebesar Rp 600 juta setiap tahunnya. Dengan catatan harga 1 Kilo atau 35 ekor udang dengan nominal Rp 60.000. Jika diratakan Rp 80.000 untuk 1 kilo, maka penghasilan petambak setahunnya dapat mencapai nominal yang sangat menggiurkan, yakni Rp 800 juta.

Terdapat 50% dari Rp 600 juta bisa dipergunakan untuk biaya produksi maupun operasional, termasuk gajinya pengelola tambak itu sendiri. Senilai 300 juta Rupiah yang sisanya dapat untuk membayar cicilan. Kalau dari Kemendes PDTT punya modal, dapat diberikan secara gratis.

“Akan tetapi apabila mau (mengakses) Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan yang terdapat bunganya 3 persen per tahunnya. Kita mengutarakan saja ujar Edhy, Rp 250 juta dari hasil panen tersebut dipergunakan membayar cicilan. Tentunya masih tersisa Rp 50 juta untuk menabung pastinya. Menurut dia, seorang menteri pun juga belum tentu bisa memiliki tabungan senilai Rp 50 juta/tahun, kecuali punya usaha sampingan seperti bisnis properti, restoran maupun usaha lainnya”. Kata Edhy pada sesi wawancara tersebut

“Siapa yang peroleh untuk nabung, termasuk untuk para menteri sekalipun dengan nominal Rp 50 juta untuk setahunnya? Saya yakin Kepala Badan Karantina untuk nabung Rp 50 juta setahun tentu saja akan sulit. Pegawai negeri seperti kita juga sulit untuk miliki banyak uang kalau mengikuti ketetapan yang telah dibuat atau aturan,” pungkas Edhy.

About the author

Comenat administrator

Leave a Reply