Category Archive Berita Hasil Laut Terbaru

ByComenat

KKP Atur Jalur Tangkap Nelayan Sesuai Ukuran Kapal

KKP Atur Jalur Tangkap Nelayan – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) baru saja mengeluarkan Peraturan Menteri Kelautan Perikanan (Permen) Nomor 18 tahun 2021. Peraturan ini mengatur  soal alat penangkapan ikan, jalur penangkapan dan beberapa peraturan lainnya.

KKP Atur Jalur Tangkap Nelayan Sesuai Ukuran Kapal

 

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap,  Muhammad Zaini mengatakan bahwa Permen No.18 diciptakan untuk menyeimbangkan antara pemanfaatan sumber daya ikan secara optimal dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.

 

“Prinsip pengelolaannya ada 2, yang pertama menjamin kesetaraan akses antara nelayan kecil dengan yang lebih besar, dengan cara mengatur jalur dan pembatasan kapasitas penangkapan. Kedua adalah perlindungan terhadap keberagaman hayati, melalui selektivitas alat penangkapan ikan serta pengembangan eco-friendly fishing gear,” ujar Zaini.

 

Zaini melanjutkan bahwa KKP telah menetapkan jalur penangkapan berdasarkan situs judi slot online ukuran kapal dan alat tangkap.  KKP membagi jalur tersebut menjadi 3 yaitu jalur satu, jalur dua, dan jalur tiga.

 

“Definisi undang-undang itu adalah nelayan kecil. Di PP sudah kita sebutkan bahwa nelayan kecil adalah nelayan yang menggunakan kapal sampai 5 GT. Jadi kita lindungi dengan cara jalurnya dia tidak boleh diobok-obok oleh kapa yang lebih besar,” tutur Zaini.

 

Untuk para nelayan yang menggunakan kapal 5GT , mereka boleh melaut di jalur 1. Jalur penangkapan ikan 1 dibagi menjadi 2, yakni jalur 1A meliputi perairan sampai 2 mil diukur dari garis pantai ke arah luar laut lepas dan/atau ke arah perairan kepulauan yang memiliki judi bola resmi dan terpercaya. Sedangkan jalur 1B meliputi perairan di luar jalur penangkapan 1A sampai dengan 4 mil laut.

 

“Jalur 1 diizinkan untuk kapal berukuran 0 sampai 5 GT. Tetapi kapal 0 sampai 5 GT ini kalau mau ke jalur 2 boleh, ke jalur 3 juga boleh. Tentu ini ada persyaratan-persyaratannya supaya menjaga keamanan dari nelayan kita,” tutur Zaini.

 

Dan untuk jalur 2 adalah jalur tangkap yang meliputi perairan jalur tangkap 1 sampai dengan 12 mil laut. Jalur ini dikhususkan untuk kapal berukuran 5 sampai 30 GT. Selain itu kapal kapal ini juga diperbolehkan untuk naik ke jalur 3 lewat bentuk perlindungan.

“Ini juga masih dilindungi juga, dia ditempatkan di jalur 2 tapi tidak boleh dia turun ke jalur 1 karena yang lebih kecil harus mendapatkan perlindungan ekstra, jadi jalur 1 tidak boleh dimasuki kapal di atas 5 GT,” ungkap Zaini.

Sedangkan jalur yang terakhir , jalur 3 yaitu jalur penangkapan ikan yang meliputi perairan di luar jalur penangkapan 1 dan 2. Jalur ini dikhususkan untuk kapal di atas 30 GT.

“Dia tidak boleh turun ke bawah 12 mil ya jenis kapal apapun tidak boleh. Jadi harus ada di atas 12 mil, kalau turun dia melanggar. Nah, sehingga inilah bentuk perlindungan kami terhadap nelayan nelayan kecil,” ucapnya.

ByComenat

Indonesia Sebagai Penghasil Ikan Terbesar di Dunia

Indonesia sudah menjadi eksportir terbesar tuna di dunia. Indonesia memiliki keunggulan, antara lain, sebagai pemimpin dunia dalam aspek keautentikan dan traceability komoditas hasil laut dan juga judi seperti slot mudah menang. Dubes Indonesia di Oslo Todung Mulya Lubis mengatakan, komoditas hasil laut Indonesia makin mendominasi pasar dunia. Saat ini, Norwegia mengimpor lebih dari satu product ikan laut, seperti barramundi, tuna, red snapper, macarrel dan komoditas hasil laut lainnya, yakni kepiting (king crab), udang (emperor prawn atau shrimp), cumi-cumi, lobster, dan rumput laut.

Indonesia Sebagai Penghasil Ikan Terbesar di Dunia

Gencarnya pemberantasan IUU Fishing dan praktik penangkapan ikan (termasuk budidaya ikan) yang berkesinambungan menjadikan komoditas hasil laut Indonesia makin mendominasi pasar dunia di era bakal datang. Seperti dianggap dunia, Indonesia juga pelopor penumpasan Illegal, Unreported, Unregulated (IUU) Fishing dan pioneer dalam kerangka kerja sama The Agreement on Port State Measures (PSMA) FAO.

IKAN DAN HASIL LAUT

Indonesia yakni keliru satu negara penangkap ikan terbesar di dunia dan sudah puluhan tahun menjadi negara bersama budidaya rumput laut terbesar. Petani dan pebisnis rumput laut Indonesia memiliki keahlian unik dalam produksi rumput laut yang kemudian diproses menjadi product bernilai jadi dari hidrokoloid, seperti karaginan dan agar-agar.

Industri ini berikan manfaat besar bagi penduduk yang tinggal di selama 81.000 Km pesisir pantai Indonesia bersama sediakan mata pencaharian alternatif selain melaut yang sanggup mengurangi penangkapan ikan illegal.

Program SIPPO membantu dan memfasilitasi Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengembangankan ilmu dan keahlian promosi ekspor agar Kementerian Kelautan dan Perikanan sanggup menambahkan akses pasar global bagi perusahaan yang sudah mengfungsikan praktik perikanan yang berkelanjutan.

Kabupaten Tegal, Jawa Tengah

Kabupaten yang berada di komponen utara dari Jawa Tengah atau berdekatan bersama Laut Jawa ini familiar bakal potensi ikannya sebagai daerah produsen ikan di Indonesia terbesar. Tidak tanggung – tanggung tiap-tiap tahunnya ikan yang sukses dicokok oleh para nelayan sanggup menempuh sekitar 1.400 ton.

Peluang investasi usaha budidaya tambak bersama potensi lahan yang menempuh 84.998 ha baru dimanfaatkan sebesar 16.457,1 ha, agar usaha budidaya tambak tetap terbuka lebar untuk dikembangkan di Kalimantan Selatan. Lokasi budidaya sanggup dilakukan di lebih dari satu kabupaten, seperti Tanah Laut, Tanah Bumbu, Barito Kuala dan Banjar.

Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah

Di komponen selatan Pulau Jawa, area penghasil ikan terbesar berada di Kabupaten Cilacap. Hasil ikan yang sukses dicokok oleh para nelayan sanggup menempuh 90 ton tiap-tiap harinya dan bahkan cukup mengikuti permintaan dari Situs Judi Slot Terbaik dan Terpercaya no 1 dalam distribusi Ikan.

Sulawesi Tengah

Sumber ikan yang berada di Sulawesi Tengah berasal dari Teluk Tomini, Teluk Tolo dan Selat Makassar. Ikan yang dibuat tiap-tiap tahunnya sanggup menempuh 8,5 % dari sempurna keperluan ikan yang ada di segala Indonesia.

ByComenat

Hasil Laut Paling Mahal di Dunia

Makanan laut adalah sebuah menu yang sangatlah difavoritkan sekali. Untuk bisa makan makanan ini maka kalian hanya perlu ke restoran saja. Bisa dibilang makanan ini kaya akan gizi yang sangat menyehatkan tubuh. Untuk merasakan beragam jenis seafood maka tentu saja kalian harus mempunyai uang yang banyak dengan cara main judi slot online. Nah, setelah kalian sudah banyak uang maka tentu saja bisa segera mencoba berbagai jenis hasil laut. Adapun hasil laut yang bisa kalian nikmati diantaranya adalah sebagai berikut :

Tuna Sirip Biru

Tuna sirip biru adalah salah satu hasil laut yang harus dicoba. Ikan ini sangatlah enak sekali jika di jadikan menu olahan khas jepang. Contohnya saja seperti Sushi. Tuna sirip Biru bisa kalian jumpai di jepang namun tidak semua restoran menyediakan ikan tuna sirip biru mengingat harganya juga sangat mahal.

Caviar

Caviar adalah hasil laut yang sangat mahal. Nah, caviar tersebut merupakan telur ikan sturgeon. Telur ikan ini memang sangat mahal dan tentunya hanya orang-orang tertentu saja yang sanggup membelinya. Harga telur ini terbilang sangat fantastis yakni mencapai Rp 35 juta untuk berat 250 gram.

Tiram Asal Coffin Bay

Jika kalian suka menyantap oyster atau tiram maka harus mencobanya di Australia yaitu coffin bay. Tiram disana itu jumbo dengan ukuran yang mencapai 18 cm dan berat 1kg menjadikan santapan menu tiram anda menjadi lebih puas. Biasanya tiram disajikan secara tradisional yaitu mentah.

Ikan Buntal

Ikan buntal atao fugu dikenal sebagai ikan yang sangat beracun namun di negara jepang ikan ini dijadikan sebagai santapan yang lezat. Pengolahan ikan ini dilakukan https://sbobet.capital/ oleh koki khusus dan mempunyai sertifikat yang sudah menjalani pelatihan. Tentunya ikan buntal ini sangatlah mahal di jepang dengan nilai 4 jutaan per sajian.

Itulah beberapa hasil laut yang sangat mahal di dunia. Demikianlah informasi yang kami sampaikan. Semoga saja dengan adanya beberapa informasi ini bisa dijadikan sebagai acuan untuk menikmati hasil laut.

ByComenat

Menteri Kelautan Ungkapkan Keuntungan Dari Pembudidayaan Hasil Laut

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) di Indonesia saat ini, adalah Edhy Prabowo juga memberikan bocoran tentang besarnya keuntungan hanya dari budidaya hasil laut, termasuk budidaya udang hanya dengan mengoptimalisasi tambak udang tentunya.

Edhy Prabowo juga membandingkan penghasilan para daftar klikwin88 pembudidaya hasil laut dengan penghasilan pegawai negeri sipil. Menurut Edhy, 2.000 hektar tambak udang yang dapatmenghasilkan panen sebanyak 12 sampai dengan 15 Ton. Dalam beberapa kali terjun ke lapangan kerja, Edhy pernah melihat panen sebanyak 10,8 Ton udang dengan hanya melakukan mengoptimalkan tambak yang sudah tersedia tentunya.

“Saya juga melakukan hitungan sekitar 2.000 meter setengahnya saja (tambak udang), jangankan (panen) 5 Ton, 3 ton saja apabila kita dalam optimalisasi tambak sudah sangat bagus,” kata Edhy dalam suatu acara kegiatan kerja sama yang terdiri dari BRSDM dengan BLU-LPMUKP berlangsung secara virtual.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sebutkan Keuntungan Dari Hasil Pembudidayaan Hasil Laut

Menteri Kelautan Ungkapkan Keuntungan Hasil Laut

Apabila faktor yang terdapat pada panen mencapai 10 ton per tahun kata Edhy, petambak akan mendapatkan penghasilan sebesar Rp 600 juta setiap tahunnya. Dengan catatan harga 1 Kilo atau 35 ekor udang dengan nominal Rp 60.000. Jika diratakan Rp 80.000 untuk 1 kilo, maka penghasilan petambak setahunnya dapat mencapai nominal yang sangat menggiurkan, yakni Rp 800 juta.

Terdapat 50% dari Rp 600 juta bisa dipergunakan sbobet casino untuk biaya produksi maupun operasional, termasuk gajinya pengelola tambak itu sendiri. Senilai 300 juta Rupiah yang sisanya dapat untuk membayar cicilan. Kalau dari Kemendes PDTT punya modal, dapat diberikan secara gratis.

“Akan tetapi apabila mau (mengakses) Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan yang terdapat bunganya 3 persen per tahunnya. Kita mengutarakan saja ujar Edhy, Rp 250 juta dari hasil panen tersebut dipergunakan membayar cicilan. Tentunya masih tersisa Rp 50 juta untuk menabung pastinya. Menurut dia, seorang menteri pun juga belum tentu bisa memiliki tabungan senilai Rp 50 juta/tahun, kecuali punya usaha sampingan seperti bisnis properti, restoran maupun usaha lainnya”. Kata Edhy pada sesi wawancara tersebut

“Siapa yang peroleh untuk nabung, termasuk untuk para menteri sekalipun dengan nominal Rp 50 juta untuk setahunnya? Saya yakin Kepala Badan Karantina untuk nabung Rp 50 juta setahun tentu saja akan sulit. Pegawai negeri seperti kita juga sulit untuk miliki banyak uang kalau mengikuti ketetapan yang telah dibuat atau aturan,” pungkas Edhy.