Home

ByComenat

Produksi Ikan Tuna Indonesia Yang Mendunia

Produksi Ikan Tuna  РIndonesia terus menunjang perikanan skala kecil untuk memakai prinsip penangkapan ikan berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dorongan itu, lebih-lebih dikampanyekan untuk nelayan skala kecil yang terlibat dalam praktik penangkapan dan tata kelola perdagangan tuna diharapkan juga untuk bisa mencari mata uang lebih dengan bermain judi online di daftar slot online terpercaya tersebut. Dikala ini, penangkapan dan praktik penangkapan tuna nasional didominasi oleh kapal skala kecil dengan alat penangkapan ikan (API) simpel seperti pancing (handline).

MSC sebagai melindungi mata pencaharian, pasokan pangan laut, dan menjaga kelestarian lautan yang sehat untuk generasi akan datang. PT Citraraja Ampat Canning yang berbasis di Sorong, Papua Barat yakni perusahaan perikanan tuna pertama yang mendapatkan sertifikasi untuk praktik perikanan berkelanjutan di Indonesia juga di Asia Tenggara.

Read More

ByComenat

Produksi Rumput laut Di Indonesia

Rumput laut atau alga sudah lama menjadi salah satu produk yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat dunia. Bangsa-bangsa di Asia Timur (Jepang dan China) dan Kekaisaran Romawi sudah menerapkan tumbuhan laut ini sebagai bahan pangan dan obat-obatan semenjak ribuan tahun yang lalu. Sementara di Britania Raya, rumput laut sudah diketahui paling tak semenjak tahun 1200 M (Rose, 2016). Di Indonesia sendiri, Seaweed sudah lama dikonsumsi oleh masyarakat, lebih-lebih di tempat pesisir (Waryono, 2001). Pada lazimnya, pemanfaatan Seaweed pada masa itu yakni untuk dimakan atau dikonsumsi seketika.

Read More

ByComenat

Hasil Laut Paling Mahal di Dunia

Makanan laut adalah sebuah menu yang sangatlah difavoritkan sekali. Untuk bisa makan makanan ini maka kalian hanya perlu ke restoran saja. Bisa dibilang makanan ini kaya akan gizi yang sangat menyehatkan tubuh. Untuk merasakan beragam jenis seafood maka tentu saja kalian harus mempunyai uang yang banyak dengan cara main judi slot online. Nah, setelah kalian sudah banyak uang maka tentu saja bisa segera mencoba berbagai jenis hasil laut. Adapun hasil laut yang bisa kalian nikmati diantaranya adalah sebagai berikut :

Tuna Sirip Biru

Tuna sirip biru adalah salah satu hasil laut yang harus dicoba. Ikan ini sangatlah enak sekali jika di jadikan menu olahan khas jepang. Contohnya saja seperti Sushi. Tuna sirip Biru bisa kalian jumpai di jepang namun tidak semua restoran menyediakan ikan tuna sirip biru mengingat harganya juga sangat mahal.

Caviar

Caviar adalah hasil laut yang sangat mahal. Nah, caviar tersebut merupakan telur ikan sturgeon. Telur ikan ini memang sangat mahal dan tentunya hanya orang-orang tertentu saja yang sanggup membelinya. Harga telur ini terbilang sangat fantastis yakni mencapai Rp 35 juta untuk berat 250 gram.

Tiram Asal Coffin Bay

Jika kalian suka menyantap oyster atau tiram maka harus mencobanya di Australia yaitu coffin bay. Tiram disana itu jumbo dengan ukuran yang mencapai 18 cm dan berat 1kg menjadikan santapan menu tiram anda menjadi lebih puas. Biasanya tiram disajikan secara tradisional yaitu mentah.

Ikan Buntal

Ikan buntal atao fugu dikenal sebagai ikan yang sangat beracun namun di negara jepang ikan ini dijadikan sebagai santapan yang lezat. Pengolahan ikan ini dilakukan oleh koki khusus dan mempunyai sertifikat yang sudah menjalani pelatihan. Tentunya ikan buntal ini sangatlah mahal di jepang dengan nilai 4 jutaan per sajian.

Itulah beberapa hasil laut yang sangat mahal di dunia. Demikianlah informasi yang kami sampaikan. Semoga saja dengan adanya beberapa informasi ini bisa dijadikan sebagai acuan untuk menikmati hasil laut.

ByComenat

Menteri Kelautan Ungkapkan Keuntungan Dari Pembudidayaan Hasil Laut

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) di Indonesia saat ini, adalah Edhy Prabowo juga memberikan bocoran tentang besarnya keuntungan hanya dari budidaya hasil laut, termasuk budidaya udang hanya dengan mengoptimalisasi tambak udang tentunya.

Edhy Prabowo juga membandingkan penghasilan para pembudidaya hasil laut dengan penghasilan pegawai negeri sipil. Menurut Edhy, 2.000 hektar tambak udang yang dapatmenghasilkan panen sebanyak 12 sampai dengan 15 Ton. Dalam beberapa kali terjun ke lapangan kerja, Edhy pernah melihat panen sebanyak 10,8 Ton udang dengan hanya melakukan mengoptimalkan tambak yang sudah tersedia tentunya.

“Saya juga melakukan hitungan sekitar 2.000 meter setengahnya saja (tambak udang), jangankan (panen) 5 Ton, 3 ton saja apabila kita dalam optimalisasi tambak sudah sangat bagus,” kata Edhy dalam suatu acara kegiatan kerja sama yang terdiri dari BRSDM dengan BLU-LPMUKP berlangsung secara virtual.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sebutkan Keuntungan Dari Hasil Pembudidayaan Hasil Laut

Menteri Kelautan Ungkapkan Keuntungan Hasil Laut

Apabila faktor yang terdapat pada panen mencapai 10 ton per tahun kata Edhy, petambak akan mendapatkan penghasilan sebesar Rp 600 juta setiap tahunnya. Dengan catatan harga 1 Kilo atau 35 ekor udang dengan nominal Rp 60.000. Jika diratakan Rp 80.000 untuk 1 kilo, maka penghasilan petambak setahunnya dapat mencapai nominal yang sangat menggiurkan, yakni Rp 800 juta.

Terdapat 50% dari Rp 600 juta bisa dipergunakan untuk biaya produksi maupun operasional, termasuk gajinya pengelola tambak itu sendiri. Senilai 300 juta Rupiah yang sisanya dapat untuk membayar cicilan. Kalau dari Kemendes PDTT punya modal, dapat diberikan secara gratis.

“Akan tetapi apabila mau (mengakses) Badan Layanan Umum Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan yang terdapat bunganya 3 persen per tahunnya. Kita mengutarakan saja ujar Edhy, Rp 250 juta dari hasil panen tersebut dipergunakan membayar cicilan. Tentunya masih tersisa Rp 50 juta untuk menabung pastinya. Menurut dia, seorang menteri pun juga belum tentu bisa memiliki tabungan senilai Rp 50 juta/tahun, kecuali punya usaha sampingan seperti bisnis properti, restoran maupun usaha lainnya”. Kata Edhy pada sesi wawancara tersebut

“Siapa yang peroleh untuk nabung, termasuk untuk para menteri sekalipun dengan nominal Rp 50 juta untuk setahunnya? Saya yakin Kepala Badan Karantina untuk nabung Rp 50 juta setahun tentu saja akan sulit. Pegawai negeri seperti kita juga sulit untuk miliki banyak uang kalau mengikuti ketetapan yang telah dibuat atau aturan,” pungkas Edhy.